Tentunya kita semua pernah mengumpulkan kupon² undian dan mengirimkannya dengan Harapan mendapat hadiah² yang di tawarkan,
kita berpikir bahwa dengan hadiah itu, kita akan dapat memenuhi keinginan kita.
Mungkin saja kita sudah berdoa dengan sungguh², agar TUHAN membuat kita beruntung dan bisa memenangkan hadiah tersebut,
namun setiap kali pengundian di lakukan, semua berlalu tanpa terjadi apa².
Apakah TUHAN tak mampu melakukan Mujizat?
TUHAN memberkati kita bukan seperti melempar “Buah” dari Sorga, namun DIA akan memberikan “Benih” (Karunia).
Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, maka perlu “PROSES” (menanam, menjaga, merawat, mengusahakan, membuat benih itu tetap hidup dan bertumbuh yang akhirnya mnghasilkan buah).
Daripada memberikan ikan (Buah),
TUHAN lebih suka memberikan kail (Benih).
Mengapa?
Memberi “Buah” kadang membuat kita mejadi malas,
dengan memberi “Benih” membuat kita dapat belajar berusaha untuk mendapatkan sesuatu, dan kita akan lebih menghargai hasilnya.
TUHAN bisa saja memberi buah, namun dalam sekejap itu akan habis;
Jika TUHAN memberi benih, maka kita bisa menikmati buah secara terus menerus.
Sayangnya kita sering salah mengerti tentang TUHAN,
kita selalu berpikir bahwa TUHAN tak lagi memberkati kita, padahal sebenarnya TUHAN sudah memberikan Berkat,
berupa “Benih” yang harus kita tumbuh kembangkan bersama DIA.
“Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.”
(Pengkhobtah 11:6)
