Ada seorang pemuda sedang ber-jalan² di tepi sungai seorang diri,
dia melihat ada seorang gadis sedang mengamati aliran air di sungai.
Pemuda itu pun mendekatinya sampai pada akhirnya terlibat suatu pembicaraan sederhana.
“Apa yang sedang kau amati?” tanya pemuda itu
“aku sedang memikirkan tentang arti hidup dan bagaimana aku harus bersikap saat menjalani kehidupan ini,” jawab gadis itu
Pemuda itu pun jongkok,sehingga tubuhnya sejajar dgn gadis itu dan berkata,
“MILIKILAH HIDUP SEPERTI AIR DAN JANGAN HIDUP SEPERTI AWAN…”
Gadis itu tampak kebingungan,
Ber-kali² dia melihat ke atas untuk menatap awan dan melongokkan wajahnya ke bawah untuk melihat air.
“Tak ada air yang bergerak ke atas,
Air mengajarkan kepada kita untuk selalu RENDAH HATI.
Air selalu mencari cara untuk bergerak ke bawah,
Sedangkan awan, ia sangat tinggi, semakin ringan dan tinggi, maka semakin tidak berbobot.
Saat kita hidup, maka Hiduplah dengan penuh KERENDAHAN HATI,
Jangan hanya melihat ke atas, namun PEDULI lah juga terhadap orang² yang berada di bawah.
Saat kita bersikap sombong, maka orang akan memperbincangkan kita dengan negatif, kita tak akan di hargai oleh mereka.” Jawab pemuda itu
Hiduplah seperti air mengalir,
kalau sedang lancar, ya OK,
kalau sedang tersumbat, ya menunggu,
kalau harus terjun, ya lakukan saja semuanya dengan santai,
Hendaknya hidup kita seperti air yang selalu menjadi saluran berkat bagi sesama.
Jadikan hidup kita berharga dengan peduli terhadap orang² di sekitar kita,
Bersikap TENANG dan lebih SABAR jauh lebih baik,
nikmati saja apa yang datang dan apa yang pergi seperti melihat debu beterbangan di udara,
Mari kita sama² Belajar KERENDAHAN HATI dan TIDAK SOMBONG dalam hidup ini.
”IA membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,
dan IA mengajarkan jalan-NYA kepada orang-orang yang rendah hati.”
(Mazmur 25:9)
