Mari kita belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah.
Kita tak pernah tahu,
Apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir ?
Sehingga kita harus belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup kita lakukan,
tatkala Mengangkat dan Memijakkan kaki serta Mensyukuri langkah sebelumnya.
Setiap langkah yang kita ayunkan merupakan sebuah dunia baru,
dan kita kira sejak saat itulah kita menjalani kehidupan seperti ini.
Kadang kita bangga dengan segala rencana hebat yang kita buat, prestasi² besar yang sudah kita capai, membuat kita menjadi terlena, cepat berpuas diri, dan menganggap diri kita hebat,
seperti anak kecil, kita sering LUPA bahwa tanpa TUHAN di samping kita,
maka kita ADALAH SIA-SIA,
Tapi jika TUHAN di samping kita, sesederhana apapun yang kita LAKUKAN, akan menjadi HEBAT dan BAIK, bukan saja untuk kita sendiri,
tapi untuk orang di sekitar kita.
Kelimpahan hidup tidak di tentukan oleh berapa lama kita Hidup,
tapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang BERMAKNA bagi orang lain.
Nilai manusia tidak di tentukan dengan bagaimana ia mati,
melainkan bagaimana ia hidup.
Kekayaan manusia bukan apa yang ia peroleh, melainkan apa yang telah ia berikan.
PERSEKUTUAN YANG BENAR DENGAN TUHAN,
AKAN MENGHASILKAN HUBUNGAN YANG BENAR DENGAN SESAMA, DAN MENJADIKAN KEKUATAN SECARA PRIBADI.
“Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.
Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”
(Filipi 2:2-4)
Selamat menikmati setiap langkah hidup kita dan BERSYUKURLAH SETIAP SAAT.
