INSPIRASI KEHIDUPAN

KARUNIA YANG DATANGNYA DARI TUHAN

Tentunya kita semua pernah mengumpulkan kupon² undian dan mengirimkannya dengan Harapan mendapat hadiah² yang di tawarkan,‎
kita berpikir bahwa dengan hadiah itu, ‎kita akan dapat memenuhi keinginan kita.

Mungkin saja kita sudah berdoa dengan sungguh², agar‎ TUHAN membuat kita beruntung dan bisa memenangkan hadiah tersebut,‎
namun setiap kali pengundian di lakukan, ‎semua berlalu tanpa terjadi apa².

Apakah TUHAN tak mampu melakukan Mujizat?

TUHAN memberkati kita bukan seperti melempar “Buah” dari Sorga, namun‎ DIA akan memberikan “Benih” (Karunia).

Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, maka‎ perlu “PROSES” (menanam, menjaga, merawat, mengusahakan, membuat benih itu tetap hidup dan bertumbuh yang akhirnya mnghasilkan buah).

Daripada memberikan ikan (Buah),‎
TUHAN lebih suka memberikan kail (Benih).

Mengapa?

Memberi “Buah” kadang membuat kita mejadi malas,‎
dengan memberi “Benih” membuat kita dapat belajar berusaha untuk mendapatkan sesuatu, dan‎ kita akan lebih menghargai hasilnya.

TUHAN bisa saja memberi buah, namun‎ dalam sekejap itu akan habis;‎
Jika TUHAN memberi benih, maka‎ kita bisa menikmati buah secara terus menerus.

Sayangnya kita sering salah mengerti tentang TUHAN,‎
kita selalu berpikir bahwa TUHAN tak lagi memberkati kita, padahal ‎sebenarnya TUHAN sudah memberikan Berkat,‎
berupa “Benih” yang harus kita tumbuh kembangkan bersama DIA.

“Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.”
(Pengkhobtah 11:6)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *